Sejarah dan Asal - Muasal Atom

electron-1178537-1280x960

Atom telah di temukan pada masa Yunani kuno, yakni pada tahun kurang lebih 500 SM pada masa ini pernyataan satu orang ilmuan menyangkut wujud & sifat atom telah mulai di perdebatkan yakni oleh ilmuan yang bernama Leokipos & Democritu ke-2 ilmuan ini menyebutkan bahwa atom ialah sesuatu yang kecil yang tak dapat dibagi lagi, namun ilmuan lain adalah Aristo teles menyebutkan bahwa ato itu merupakan yang dapat dibagi terus menerus, pernyataan keduabelah pihak ini masihlah di pertimbangkan oleh rakyat, namun dikarenakan Aristo teles adalah ilmuan yang amat sangat populer pada masa itu jadi pernyataan Aristo teles dijadikan patokan buat sifat san wujud atom, padahal pernyataan Leukipos & Demokipos benar berhubung ilmuan ini tidak lumayan populer, jadi yang jadi patokan rakyat unutk atom yaitu Aristo teles.

  John_Dalton_cropped
Istilah “atom” pertama kali digunakan oleh kimiawan asal inggris bernama John Dalton(1766-1844) saat dia mengajukan teori atomnya pada th 1807.

Dalton mengemukakan bahwa seluruh unsur kimia tersusun atas partikel-partikel yang amat sangat kecil, yang dinamakan atom, yang tak dapat pecah ketika zat-zat kimianya direaksikan. Satu lagi opininya ialah seluruh reaksi kimia adalah akibat saling bergabungnya atau terpisahnya atom-atom. Teori atom dalton jadi basic buat ilmu pengettahuan modern.

Pada Abad ke 19 ada lagi teori yang menyebutkan bahwa atom merupakan sesuatu yang kecil wujudnya bulat pejal ya seperti bakso, teori ini telah dipercaya oleh rakyat, & ilmuan ini dinamakan dengan julukan Bapak Atom.

Pada tahun1879 satu orang ilmuan yang bernama John Thompson, kali ini ilmuan ini menyebutkan bahwa atom memiliki partikel partikel elektron (-) & letaknya menyebar di seluruhnya atom seperti Roti kismis.

Pada abad ke 20 an Para peneltii dari berbagai negeri sedang mencari kekurangan yang dinyatakan oleh bapak Thompson, hasilnya satu orang ilmuan yang bernama Ertnest Rutherford memiliki teori baru yakni bahwa atom mempunyai inti yang bermuatan posisif yakni proton (+).

Seterusnya tahun 1933 satu orang ilmuan yang bernama James Chadwick memukan sesuatu yang baru dari atom yakni bahwa atum juga mempunyai Neutron atau yang tak bermuatan & tempatnya di inti.

Seterusnya Warga bertanya tanya jika (-) & (+) berdekatan sehingga dapat terjadinya tarik menarik, akirnya satu orang ilmuan yang bernama Niels Bohr lewat penelitianya ternya atom juga mempunyai kulit kulit yg membatasi satu sama lain, Teori ini yaitu teori moderen yg dipakai hingga kini ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Penyajian Data Statistika dalam Bentuk Diagram Batang