Termometer: Alat Pengukur Suhu Suatu Benda
Panas bukan merupakan suhu, namun panas merupakan bagian suhu yg tidak terpisahkan. Satu Buah benda bila dipanaskan maka suhu dapat naik. Bila sebuah benda dipanaskan kebanyakan dapat mengalami pemuaian, yakni ukuran benda atau volume benda bakal membesar. Misalnya kawat listrik dapat jadi lebih panjang bila suhu dipanaskan. Factor ini pun berlangsung terhadap badan jembatan, rel kereta api, jari-jari cincin & luas penampang satu buah pipa logam.
Seandainya satu buah benda dipanaskan, sekian banyak sifat fisisnya mengalami perubahan. Contohnya, daya hantar listrik suatu logam menurun terhadap suhu tinggi, warna pijar suatu benda mendekati kebiruanpada suhu tinggi & mendekati kemerahan terhadap suhu rendah; tekanan terhadap ban dapat meningkat pada suhu tinggi. Perubahan-perubahan sifat benda yg berhubungan dengan suhu seperti contoh diatas dinamakan termometrik.
Berdasarkan sifat termometrik tersebut dibuatlah media ukur suhu yg dikasih nama termometer yg berasal dari bahasa Yunani, ialah thermos = panas, & meter = mengukur. Sbelum di temukan termometer suhu tak bisa diukur dengan tepat.
Termometer yg sering kita pakai ialah termometer yg dibuat berdasarkan sifat perubahan volume zat cair disaat suhu beralih. Zat cair yg rata rata dimanfaatkan yakni air raksa atau alkohol.
Yg tergolong termometer zat cair merupakan termometer klinis, termometer dinding & termometer Six-Bellani.
Komentar
Posting Komentar